Getsemani, tempat Yesus berdoa, tubuhNya dibasahi peluh. Tak seorang murid pun bersamaNya; Ia tunduk bergumul berat. Sungguh mulia pergumulanNya, Tanda kasih pada manusia. Marilah, umat yang ditebus, Angkat puji syukur bagiNya. Bunyi doa yang naik pada BapaNya: Ambil cawan getir dariKu, namun jangan kehendakKu yang jadi, tapi kehendakMu jadilah. Sungguh mulia pergumulanNya, Tanda kasih pada manusia. Marilah, umat yang ditebus, Angkat puji syukur bagiNya. Lalu Yesus mendapati muridNya, namun mereka tidur lelap. Bangunlah, jagalah dan berdoalah agar jauh dari pencobaan. Sungguh mulia pergumulanNya, Tanda kasih pada manusia. Marilah, umat yang ditebus, Angkat puji syukur bagiNya. Lalu Yesus kembali bergumullah, makin sungguh-sungguh doaNya: Bapa, jangan kehendakKu yang jadi, Tapi kehendakMu jadilah. Sungguh mulia pergumulanNya, Tanda kasih pada manusia. Marilah, umat yang ditebus, Angkat puji syukur bagiNya.ᠪᠢ ᠲᠠᠨ ᠢ ᠰᠤᠩᠭᠤᠨ ᠠ 昨日的忠心丢在哪儿 ạ̉nạ bạṭlb mjdk Angel Vamte Tawh ! Mehribon Otam bor El - Šaddai Waktu Malam Yang Sepi Thangvan Sang leh Khawvel Гiсторыя La vita dentro
Song not available - connect to internet to try again?